Selasa, 05 Januari 2016

Bahaya Mata Minus Pada Ibu Hamil Saat Melahirkan





Ibu hamil dengan mata minus memiliki resiko lebih besar untuk menjalani persalinan secara normal. Hal ini disebabkan, saat hamil, ibu akan mengalami perubahan hormon di seluruh tubuh termasuk bagian mata. Akibatnya, ibu hamil dengan mata minus yang cukup tinggi, bila melahirkan dengan cara normal bisa mengalami lepasnya retina dan mengakibatkan penglihatan jadi terganggu.

Lepasnya retina saat seorang ibu dengan mata minus tinggi (minus di atas 3) yang melahirkan dengan cara normal, bisa terjadi karena berbagai hal, antara lain: peradangan hebat, trauma akibat benturan dan pre-eklampsia. Lepasnya retina disebabkan oleh kondisi retina yang tipis dan mudah robek dan adanya gel cair dalam bola mata yang mudah merembes dan mengalir ke dalam lubang retina sehingga retina mudah lepas. Namun  resiko yang sering dialami ibu hamil berkacamata minus tinggi,  saat melahirkan normal bisa mengakibatkan terjadi robekan-robekan yang membentuk lubang-lubang pada retina. Karena itu pada banyak kejadian ibu hamil dengan mata minus yang cukup tinggi, maka umumnya dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar guna mencegah retina lepas atau sobeknya retina.

Berdasarkan penelitian,  tidak ada hubungan lepas atau sobeknya retina dengan proses mengejan yang dilakukan seorang ibu saat melahirkan normal. Tetapi sangat dianjurkan bagi ibu hamil yang berkacamata minus cukup tebal, sebelum menjalani persalinan untuk rajin memeriksakan kondisi matanya. Karena itu berkonsultasi ke dokter secara rutin sangat penting terutama untuk mengecek kondisi retina mata. Sebaiknya ibu hamil, memeriksakan kondisi retina mata ke ahli mata (ophthalmologist) bagian retina sebelum merencanakan kehamilan atau sebelum persalinan. Dengan memeriksakan kondisi mata, maka akan terlihat jelas apakah ada robekan pada retina atau tidak dan dimana letak robekan tersebut. Sehingga bila diketahui adanya robek maka bisa dilakukan tindakan secepatnya agar tidak membahayakan ibu hamil dan janin. Selanjutnya ibu hamil dengan kondisi mata minus yang beresiko bisa mendiskusikan ke dokter kandungan untuk memilih cara persalinan yang aman, misalnya menjalani persalinan melalui operasi caesar.

Tips untuk ibu hamil yang bermata minus cukup tinggi, sebaiknya setiap 6 bulan sekali rutin memeriksa mata ke dokter spesialis mata khususnya ahli retina. Terutama untuk ibu hamil yang memiliki minus tinggi sangat dianjurkan untuk lebih sering berkonsultasi ke dokter mata sebelum persalinan. Jangan melakukan pemeriksaan saat mendekati waktu melahirkan (due date) karena jika mengalami kontraksi saat memeriksakan retina bisa membahayakan ibu hamil dan bayi yang di dalam kandungan. Jadi, untuk ibu hamil dengan mata minus jangan anggap remeh kondisi kesehatan mata selama kehamilan ya.

8 komentar:

  1. Postingannya sangat informatif. Ijin share ya

    BalasHapus
  2. wah mengerikan sekali. terimakasih sudah menginformasikan ini

    BalasHapus
  3. Terimakasih untuk infonya. Hati-hati buat kamu yang juga minus

    BalasHapus
  4. postingan yang menarik

    BalasHapus
  5. terimakasih telah memposting ini. kebetulan saya juga minus :(

    BalasHapus
  6. Saya baru tau kalau mata minus berpengaruh sangat besar pada saat melahirkan. terimakasih informasinya

    BalasHapus
  7. Mata minus ternyata bahaya sekali ya

    BalasHapus
  8. informasinya sangat membantu, jadi suatu saat nanti bisa lebih sedikit berwaspada apalagi bagi yang memiliki mata minus :) terima kasih

    BalasHapus