Ibu hamil dengan mata minus memiliki
resiko lebih besar untuk menjalani persalinan secara normal. Hal ini
disebabkan, saat hamil, ibu akan mengalami perubahan hormon di seluruh tubuh
termasuk bagian mata. Akibatnya, ibu hamil dengan mata minus yang cukup tinggi,
bila melahirkan dengan cara normal bisa mengalami lepasnya retina dan mengakibatkan
penglihatan jadi terganggu.
Lepasnya retina saat seorang ibu
dengan mata minus tinggi (minus di atas 3) yang melahirkan dengan cara normal,
bisa terjadi karena berbagai hal, antara lain: peradangan hebat, trauma akibat
benturan dan pre-eklampsia. Lepasnya retina disebabkan oleh kondisi retina yang
tipis dan mudah robek dan adanya gel cair dalam bola mata yang mudah merembes
dan mengalir ke dalam lubang retina sehingga retina mudah lepas. Namun resiko yang sering dialami ibu hamil
berkacamata minus tinggi, saat melahirkan normal bisa mengakibatkan
terjadi robekan-robekan yang membentuk lubang-lubang pada retina. Karena itu
pada banyak kejadian ibu hamil dengan mata minus yang cukup tinggi, maka
umumnya dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar guna mencegah
retina lepas atau sobeknya retina.
Berdasarkan penelitian, tidak
ada hubungan lepas atau sobeknya retina dengan proses mengejan yang dilakukan
seorang ibu saat melahirkan normal. Tetapi sangat dianjurkan bagi ibu hamil
yang berkacamata minus cukup tebal, sebelum menjalani persalinan untuk rajin
memeriksakan kondisi matanya. Karena itu berkonsultasi ke dokter secara rutin
sangat penting terutama untuk mengecek kondisi retina mata. Sebaiknya ibu
hamil, memeriksakan kondisi retina mata ke ahli mata (ophthalmologist) bagian
retina sebelum merencanakan kehamilan atau sebelum persalinan. Dengan
memeriksakan kondisi mata, maka akan terlihat jelas apakah ada robekan pada
retina atau tidak dan dimana letak robekan tersebut. Sehingga bila diketahui
adanya robek maka bisa dilakukan tindakan secepatnya agar tidak membahayakan
ibu hamil dan janin. Selanjutnya ibu hamil dengan kondisi mata minus yang
beresiko bisa mendiskusikan ke dokter kandungan untuk memilih cara persalinan
yang aman, misalnya menjalani persalinan melalui operasi caesar.
Tips untuk ibu hamil yang bermata
minus cukup tinggi, sebaiknya setiap 6 bulan sekali rutin memeriksa mata ke
dokter spesialis mata khususnya ahli retina. Terutama untuk ibu hamil yang
memiliki minus tinggi sangat dianjurkan untuk lebih sering berkonsultasi ke
dokter mata sebelum persalinan. Jangan melakukan pemeriksaan saat mendekati
waktu melahirkan (due date) karena jika mengalami kontraksi saat
memeriksakan retina bisa membahayakan ibu hamil dan bayi yang di dalam
kandungan. Jadi, untuk ibu hamil dengan mata minus jangan anggap remeh kondisi
kesehatan mata selama kehamilan ya.

Postingannya sangat informatif. Ijin share ya
BalasHapuswah mengerikan sekali. terimakasih sudah menginformasikan ini
BalasHapusTerimakasih untuk infonya. Hati-hati buat kamu yang juga minus
BalasHapuspostingan yang menarik
BalasHapusterimakasih telah memposting ini. kebetulan saya juga minus :(
BalasHapusSaya baru tau kalau mata minus berpengaruh sangat besar pada saat melahirkan. terimakasih informasinya
BalasHapusMata minus ternyata bahaya sekali ya
BalasHapusinformasinya sangat membantu, jadi suatu saat nanti bisa lebih sedikit berwaspada apalagi bagi yang memiliki mata minus :) terima kasih
BalasHapus