Senin, 16 November 2015

Glimepiride



Glimepiride adalah obat untuk meningkatkan jumlah insulin yang dilepaskan oleh pankreas dan mengatasi kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Insulin berguna membantu mengendalikan kadar gula di dalam darah dan merupakan sebuah hormon yang terbuat secara alami di dalam pankreas. Penderita diabetes melitus tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak memiliki insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Glimepiride bisa diberikan bersama insulin atau obat anti-diabetes lainnya.
Glimepiride termasuk jenis obat anti-diabetes sulfonylurea. Penggunaan glimepiride harus dengan resep dokter karena glimepiride termasuk obat golongan keras. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan anda.
Obat ini tidak cocok dikonsumsi oleh wanita hamil, menyusui, atau yang sedang mencoba untuk hamil. Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati, gangguan ginjal, defisiensi glucose 6-phosphate dehydrogenase (G6PD), dan porfiria. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis awal glimepiride biasanya adalah 1 mg per hari dan bisa ditingkatkan sesuai tingkat keparahan penyakit dan atas anjuran dokter. Dosis maksimal glimepiride adalah 6 mg per hari. Mengonsumsi Glimepiride dengan Benar mengikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan glimepiride sebelum menggunakannya. Glimepiride dapat dikonsumsi sesaat sebelum atau pada saat sarapan. Gunakan air putih untuk menelan tablet glimepiride.
Periksakan kadar gula darah dan diri Anda secara rutin kepada dokter agar dapat mengetahui perkembangannya. Ikuti saran dokter tentang pola makan yang sehat dan olahraga secara teratur. Upaya untuk mengurangi merokok akan membantu proses pengobatan. Sebelum Anda melakukan olahraga fisik yang baru, konsultasikan terlebih dulu kepada dokter. Dosis mungkin perlu disesuaikan oleh dokter jika Anda lebih sering buang air kecil, merasa sangat lelah, dan merasa haus yang tidak biasa. Hindari mengonsumsi minuman keras karena dapat mempengaruhi kadar gula darah. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi glimepiride disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis glimepiride pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat. Segera mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula jika mengalami gejala hipoglisemia seperti merasa lemas, pucat, jantung berdebar, penglihatan kabur, rasa lapar, dan gemetar.
Pada umumnya efek samping yang dapat terjadi bila mengkonsumsi glimepiride adalah konstipasi, mual, diare, pucat dan pusing.

Minggu, 15 November 2015

"Alam Farmasi"




Halo semuanyaa..
Salam hangat dari ADC *hug*. Kali ini aku akan sedikit bercerita tentang studyku di "alam farmasi" ya hahaha 

Ada yang tau apa itu farmasi?
Awalnya juga yang aku tau tentang farmasi ya cuma "oh itu ya, yang ngurusin obat".
Kalau menurut wikipedia sih farmasi itu salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Haha panjang ya, intinya farmasi itu berhubungan sama obat-obatan. Mulai dari meracik obat untuk pasien sampai memberi edukasi mengenai obat kepada pasien.

Awalnya aku juga ga terlalu paham sama jurusan farmasi, soalnya emang ga suka obat juga haha. Tapi saat menjelang kelas 3 SMP aku jadi cari-cari tau tentang farmasi. Sebenernya bukan karena pengen banget masuk jurusan farmasi, tapi karena aku disuruh nentuin mau ngelanjutin dimana setelas lulus SMP *padahal itu masih kelas 2 SMP-_-*. Aku memang ga minat masuk SMA jadi aku milih masuk SMK. Dan setelah itu, masih aja aku disuruh nentuin mau ambil jurusan apa. Kebanyakan sih pada nawarin jurusan sosial, tata boga, perhotelan, kecantikan, tata busana dan animasi. Di pikiranku, jurusan-jurusan itu ga pas banget sama aku yang memang agak tomboy dan ga bisa gambar. Terus ada temen aku yang ngomongin tentang farmasi sama aku dan dari modal "coba-coba" ini,  kami janjian masuk di jurusan farmasi. Mulai saat itu juga aku jadi cari-cari sekolah yang ada jurusan farmasinya. Ternyata ga banyak sekolah yang ada jurusan farmasinya. Waktu aku searching aja di Semarang cuma ada 3 sekolah yang ada jurusan farmasinya. Dan akhirnya aku pilih SMK Theresiana Semarang yang memang terbaik.

Susah ga sih di jurusan farmasi?
Kalau menurut aku, masuk di farmasi memang harus bener-bener dari keinginan sendiri biar ga ngerasain susah yang "berkepanjangan". Soalnya kalo kita masuk di farmasi cuma "terpaksa", kita bakalan ngerasa susah terus karena kita sendiri juga ga ikhlas menjalaninya. Memang susah sih awalnya. Yang awalnya ga ngerti apa-apa tentang dunia obat-obatan, disini bakalan dikenalin sama macam-macam jenis obat, bagaimana cara membuatnya, bagaimana cara kerjanya di dalam tubuh dan bagaimana menyerahkan obat kepada pasien. Aku yang awalnya cuma coba-coba agak kaget sih pas tau kalau sebegitu ribetnya masuk "alam farmasi". Tapi ya, ini pilihanku dan aku harus bertanggung jawab atas pilihanku. Di awal-awal menjadi anak farmasi sering banget mengeluh karena bisa dibilang kita beda dari yang lain. Beda gimana? Jadi, kalau anak sekolah lain libur, kita masih tetep belajar, praktek, banyak tugas dan banyak laporan praktek. Tapi kalau giliran kita libur, anak lain malah sekolah. Gimana mau ketemu sama temen-temen yang lain kalau begini keadaannya? HAHAHA. Itu pun masih sebagian kecil hal yang bikin sedih haha. Dengan keadaan seperti ini mungkin kami (anak farmasi) lebih diberikan kesabaran yang teramat sangat daripada yang lain. Seiring berjalannya waktu, aku jadi semakin bisa memahami suka dukanya menjadi anak farmasi dan semakin banyak angan-angan yang timbul setelah masuk di "alam farmasi". Seperti , "setelah lulus aku mau masuk di rumah sakit A, di pabrik obat B, buka apotek C, kerja di Pedagang Besar Farmasi (PBF) D, jadi apoteker di tempat E". Memang sangat senang bila membayangkan masa depan yang indah dan cerah, apalagi kalau bisa merealisasikannya. 

Di "alam farmasi", kami (anak farmasi) diajarkan untuk membuat berbagai jenis obat. Mulai dari obat padat (puyer, kapsul, bedak), obat setengah padat (gel, krim, pasta, salep) dan obat cair (sirup, emulsi, suspensi, elixir, saturasi). Dengan "senjata" mortir dan stamper, kami bisa membuat berbagai jenis sediaan obat tersebut. Sebelum membuat sediaan obat pun kami harus menghitung dosis obat itu agar obat itu berefek dengan baik. Jika salah menghitung dosis, bisa-bisa obatnya tidak berfek atau malah menjadi over dosis. Maka dari itu seorang farmasis harus cermat dan teliti, karena obat yang diberikan berhubungan dengan nyawa manusia. Setelah sediaan obat sudah jadi, kami juga harus mempelajari bagaimana nasib obat terebut di dalam tubuh, apakah diterima dengan baik oleh tubuh atau malah tubuh kita tidak bisa menerima obat tersebut. Kami juga harus bisa memberi tahukan tentang obat yang kami buat kepada pasien, seperti cara penggunaan obat, khasiat obat, efek samping yang mungkin terjadi hingga hal yang harus dihindari saat menggunakan obat tersebut. Selain itu kami juga dikenalkan dengan tanaman obat yang dijadikan simplisia, seperti rimpang jahe, daun jambu biji, akar wangi dan kulit kayu manis. Walaupun di "alam farmasi", kami tidak hanya diajarkan tentang obat-obatan, kami juga diajarkan pelajaran kimia, fisika dan akuntasi. Pelajaran tersebut diberikan bukan tanpa tujuan, karena materi yang disampaikan pun juga masih ada hubungannya dengan "alam farmasi". Terkadang, anak farmasi bisa disebut anak IPA (karena mempelajari fisika dan kimia) dan terkadang bisa disebut anak IPS (karena mempelajari akutansi) hahaha. Di pelajaran kimia pun ada prakteknya. Jadi di "alam farmasi" ga cuma praktek bikin obat, tapi juga praktek mereaksikan bahan-bahan kimia agar dapat mengetahui bagaimana reaksi bahan satu dengan bahan yang lain. Ada banyak bahan-bahan berbahaya di laboratorium kimia, sehingga saat praktek juga harus menggunakan perlengkapan yang dibutuhkan seperti menggunakan "jas kebesaran (jas laboratorium) dan menggunakan masker agar tidak langsung menghirup bahan-bahan kimia. 

Memang butuh perjuangan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Harus rela dan iklhas mendaki gunung lewati lembah dengan jalan berliku tajam *tsah*. Doa dan usaha jangan sampai tertinggal saat kita mulai berjuang. Dan jangan pernah berjalan sendiri saat berjuang, karena berjalan bersama akan lebih menyenangkan.

Sekian sedikit cerita saya tentang "alam farmasi"ku tercinta. Silakan beri komentar dan saran untuk saya dan cerita saya. Terimakasih. Salam mortir dan stamper!

Selasa, 10 November 2015

Camping Cantik Ceria bersama Pahampalam Unnes

Saat penat akan kesibukan datang, ku putuskan untuk ikut bersama mereka mencintai alam dan sejenak merefresh otak. Terimakasih telah memperbolehkanku menyusup diantara kalian. Kalian sangat hangat! Paham palam, anak papa. Celeng liar, wigwig!



Pulau Kartika Jaya Kendal. Indonesia itu indah kawan! #explorekendal

Pemasangan tenda

Lingkaran yang tak pernah ada ujungnya

Ketika senja datang

Menikmati pulau pribadi bersama orang tercinta ✌

Bersama berbagi cerita ditengah hangatnya api unggun

Saat membuka mata dan disambut mentari pagi


Penanaman magroove bersama paham palam unnes.