Hot chocolate atau
cokelat hangat adalah salah satu minuman nikmat yang cukup populer.
Minuman manis ini juga bisa merubah suasana hati seseorang menjadi lebih baik
dalam waktu yang singkat. Nikmat diminum selagi hangat terutama saat udara
dingin di pagi hari datang. Hidangan-hidangan yang tersaji saat sarapan akan
memberikan energi ekstra bagi tubuh, tidak terkecuali dengan minuman
pendampingnya. Apabila bosan dengan sajian minuman seperti jus atau susu, tidak
ada salahnya mencoba diganti dengan minum cokelat hangat.
Selain memberikan energi
tambahan, cokelat yang tinggi antioksidan diketahui bisa menangkal radikal
bebas perusak sel-sel dan juga bisa membantu mencegah penyakit jantung. Cokelat
juga mengandung flavonoid yang dapat membantu mengurangi peradangan serta
mencegah resistensi insulin untuk meminimalisir resiko diabetes tipe 2.
Baru-baru ini, sebuah penelitian
menunjukkan manfaat lain dari minuman cokelat hangat. Para peneliti yang
berasal dari Columbia University Medical Centre, menemukan jika cokelat dapat membantu
mencegah demensia, caranya adalah dengan meningkatkan aliran darah ke suatu
bagian dari otak. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahan utama yang ada
dalam cokelat dapat mencegah penurunan memori yang berhubungan dengan usia pada
orang tua yang sehat. Selain itu, antioksidan dalam cokelat yakni flavanol
dapat membantu meningkatkan daya ingat atau memori pada lansia.
Para peneliti menganalisa apakah
flavanol coklat dapat meningkatkan kinerja kognitif dan fungsi otak pada 37
orang berusia antara 50 sampai 69 tahun yang diberikan dosis rendah dan tinggi
dari flavanol cokelat selama kurang lebih 3 bulan. Dalam hal ini para peneliti
menemukan bahwa peserta yang mendapatkan asupan flavanol cokelat dalam dosis
tinggi diketahui memiliki memori atau kemampuan daya ingat yang lebih baik
dibandingkan dengan mereka yang diberikan flavanol cokelat dalam dosis rendah.
“Penelitian ini menunjukkan
bahwa antioksidan yang ada dalam cokelat mampu meningkatkan kinerja
kognitif dengan cara meningkatkan aliran darah menuju daerah tertentu dari
otak,” ujar Dr. Clare Walton, seorang peneliti dalam penelitian ini.
Para peneliti mengungkapkan
bahwsa salah satu faktor penurunan memori yang berhubungan dengan usia adalah
adanya perubahan di daerah tertentu dari otak, dan hal ini bisa diatasi dengan
intervensi makanan atau minuman.




