Kamis, 31 Desember 2015

Kenali Tanda-tanda Kanker Kelenjar Getah Bening


Layaknya kanker darah atau leukimia, limfoma merupakan 6 jenis kanker paling umum ditemukan di Indonesia. Data Globocan 2012 mencatat, setiap 90 detik, terdapat 400.000 orang per tahun menderita penyakit ini.

Ahli kanker Dari Divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI di RS Cipto Mangunkusumo, Dr. dr Andhika Rachman, SpPD, KHOM mengatakan, limfoma adalah jenis kanker yang berasal dari sel-sel yang disebut limfosit (salah satu sel darah putih) yang merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh.

"Kebanyakan kanker kelenjar getah bening berkembang ketika terjadi perubahan atau mutasi di dalam limfosit sehingga sel berkembang biak lebi cepat dan hidup lebih lama dibandingkan limfosit normal," katanya disela-sela Peringatan Hari Limfoma Sedunia di Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Masalahnya, menurut Andhika, limfoma menyebar lewat aliran darah dan sistem limfatik sehingga dapat tumbuh di limpa, sumsum tulang belakang dan organ yang paling umum seperti leher hingga bahu (nodus limfa).

Untuk itu, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai seperti:
1. Pembengkakan nodus limfa yang tidak terasa sakit seperti di leher, ketiak, atau pangkal paha
2. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
3. Demam tanpa sebab yang jelas
4. Berkeringat di malam hari
5. Batuk, sulit bernapas, dan nyeri di dada atau napas pendek
6. Lemah dan kelelahan
7. Nyeri, pembengkakan atau rasa penuh pada perut

Kanker kelenjar getah bening ini biasanya menyerang di usia lanjut. Lantas, apa penyebabnya?
Ahli kanker Dari Divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI di RS Cipto Mangunkusumo, Dr. dr Andhika Rachman, SpPD, KHOM, FINASIM mengatakan, kebanyakan kanker getah bening disebabkan oleh perubahan mutasi dalam limfosit sehingga sel berkembang biak lebih cepat dan hidup lebih lama.

Namun ada faktor risiko pada jenis non Hodgkin yang dapat memicunya, seperti:
1. Sistem kekebalan tubuh yang menurun
Disebabkan karena riwayat keturunan kelainan kekebalan tubuh, penyakit autoimun atau penanganan pascatransplantasi dengan obat-obatan tertentu.
2. Infeksi virus
Beberapa jenis infeksi dapat meningkatkan faktor risiko kanker kelenjar getah bening, seperti HIV, Virus Epstein Barr, Helicobacter pylori, virus human T-cell leukimia (HTLV-1) dan virus hepatitis C.
3. Usia
Kanker kelenjar getah bening non Hodgkin dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Namun pada umumnya, kanker ini lebih banyak menyerang usia diatas 60 tahun.

Sumber: Liputan6.com

8 komentar:

  1. jadi tambah tahu ni, terimakasih

    BalasHapus
  2. Terimakasih telah memposting ini, bisa jadi lebih waspada

    BalasHapus
  3. informasi yg sangat membantu untuk lebih mengenal kanker ini

    BalasHapus
  4. Thanks infonya. Hal kecil yang sangat membantu untuk antisipasi

    BalasHapus
  5. terimakasih infonya

    BalasHapus
  6. postingannya sangat menambah pengetahuan saya

    BalasHapus
  7. informasi yang menarik. lanjutkan postinganmu

    BalasHapus