Minggu, 15 November 2015

"Alam Farmasi"




Halo semuanyaa..
Salam hangat dari ADC *hug*. Kali ini aku akan sedikit bercerita tentang studyku di "alam farmasi" ya hahaha 

Ada yang tau apa itu farmasi?
Awalnya juga yang aku tau tentang farmasi ya cuma "oh itu ya, yang ngurusin obat".
Kalau menurut wikipedia sih farmasi itu salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Haha panjang ya, intinya farmasi itu berhubungan sama obat-obatan. Mulai dari meracik obat untuk pasien sampai memberi edukasi mengenai obat kepada pasien.

Awalnya aku juga ga terlalu paham sama jurusan farmasi, soalnya emang ga suka obat juga haha. Tapi saat menjelang kelas 3 SMP aku jadi cari-cari tau tentang farmasi. Sebenernya bukan karena pengen banget masuk jurusan farmasi, tapi karena aku disuruh nentuin mau ngelanjutin dimana setelas lulus SMP *padahal itu masih kelas 2 SMP-_-*. Aku memang ga minat masuk SMA jadi aku milih masuk SMK. Dan setelah itu, masih aja aku disuruh nentuin mau ambil jurusan apa. Kebanyakan sih pada nawarin jurusan sosial, tata boga, perhotelan, kecantikan, tata busana dan animasi. Di pikiranku, jurusan-jurusan itu ga pas banget sama aku yang memang agak tomboy dan ga bisa gambar. Terus ada temen aku yang ngomongin tentang farmasi sama aku dan dari modal "coba-coba" ini,  kami janjian masuk di jurusan farmasi. Mulai saat itu juga aku jadi cari-cari sekolah yang ada jurusan farmasinya. Ternyata ga banyak sekolah yang ada jurusan farmasinya. Waktu aku searching aja di Semarang cuma ada 3 sekolah yang ada jurusan farmasinya. Dan akhirnya aku pilih SMK Theresiana Semarang yang memang terbaik.

Susah ga sih di jurusan farmasi?
Kalau menurut aku, masuk di farmasi memang harus bener-bener dari keinginan sendiri biar ga ngerasain susah yang "berkepanjangan". Soalnya kalo kita masuk di farmasi cuma "terpaksa", kita bakalan ngerasa susah terus karena kita sendiri juga ga ikhlas menjalaninya. Memang susah sih awalnya. Yang awalnya ga ngerti apa-apa tentang dunia obat-obatan, disini bakalan dikenalin sama macam-macam jenis obat, bagaimana cara membuatnya, bagaimana cara kerjanya di dalam tubuh dan bagaimana menyerahkan obat kepada pasien. Aku yang awalnya cuma coba-coba agak kaget sih pas tau kalau sebegitu ribetnya masuk "alam farmasi". Tapi ya, ini pilihanku dan aku harus bertanggung jawab atas pilihanku. Di awal-awal menjadi anak farmasi sering banget mengeluh karena bisa dibilang kita beda dari yang lain. Beda gimana? Jadi, kalau anak sekolah lain libur, kita masih tetep belajar, praktek, banyak tugas dan banyak laporan praktek. Tapi kalau giliran kita libur, anak lain malah sekolah. Gimana mau ketemu sama temen-temen yang lain kalau begini keadaannya? HAHAHA. Itu pun masih sebagian kecil hal yang bikin sedih haha. Dengan keadaan seperti ini mungkin kami (anak farmasi) lebih diberikan kesabaran yang teramat sangat daripada yang lain. Seiring berjalannya waktu, aku jadi semakin bisa memahami suka dukanya menjadi anak farmasi dan semakin banyak angan-angan yang timbul setelah masuk di "alam farmasi". Seperti , "setelah lulus aku mau masuk di rumah sakit A, di pabrik obat B, buka apotek C, kerja di Pedagang Besar Farmasi (PBF) D, jadi apoteker di tempat E". Memang sangat senang bila membayangkan masa depan yang indah dan cerah, apalagi kalau bisa merealisasikannya. 

Di "alam farmasi", kami (anak farmasi) diajarkan untuk membuat berbagai jenis obat. Mulai dari obat padat (puyer, kapsul, bedak), obat setengah padat (gel, krim, pasta, salep) dan obat cair (sirup, emulsi, suspensi, elixir, saturasi). Dengan "senjata" mortir dan stamper, kami bisa membuat berbagai jenis sediaan obat tersebut. Sebelum membuat sediaan obat pun kami harus menghitung dosis obat itu agar obat itu berefek dengan baik. Jika salah menghitung dosis, bisa-bisa obatnya tidak berfek atau malah menjadi over dosis. Maka dari itu seorang farmasis harus cermat dan teliti, karena obat yang diberikan berhubungan dengan nyawa manusia. Setelah sediaan obat sudah jadi, kami juga harus mempelajari bagaimana nasib obat terebut di dalam tubuh, apakah diterima dengan baik oleh tubuh atau malah tubuh kita tidak bisa menerima obat tersebut. Kami juga harus bisa memberi tahukan tentang obat yang kami buat kepada pasien, seperti cara penggunaan obat, khasiat obat, efek samping yang mungkin terjadi hingga hal yang harus dihindari saat menggunakan obat tersebut. Selain itu kami juga dikenalkan dengan tanaman obat yang dijadikan simplisia, seperti rimpang jahe, daun jambu biji, akar wangi dan kulit kayu manis. Walaupun di "alam farmasi", kami tidak hanya diajarkan tentang obat-obatan, kami juga diajarkan pelajaran kimia, fisika dan akuntasi. Pelajaran tersebut diberikan bukan tanpa tujuan, karena materi yang disampaikan pun juga masih ada hubungannya dengan "alam farmasi". Terkadang, anak farmasi bisa disebut anak IPA (karena mempelajari fisika dan kimia) dan terkadang bisa disebut anak IPS (karena mempelajari akutansi) hahaha. Di pelajaran kimia pun ada prakteknya. Jadi di "alam farmasi" ga cuma praktek bikin obat, tapi juga praktek mereaksikan bahan-bahan kimia agar dapat mengetahui bagaimana reaksi bahan satu dengan bahan yang lain. Ada banyak bahan-bahan berbahaya di laboratorium kimia, sehingga saat praktek juga harus menggunakan perlengkapan yang dibutuhkan seperti menggunakan "jas kebesaran (jas laboratorium) dan menggunakan masker agar tidak langsung menghirup bahan-bahan kimia. 

Memang butuh perjuangan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Harus rela dan iklhas mendaki gunung lewati lembah dengan jalan berliku tajam *tsah*. Doa dan usaha jangan sampai tertinggal saat kita mulai berjuang. Dan jangan pernah berjalan sendiri saat berjuang, karena berjalan bersama akan lebih menyenangkan.

Sekian sedikit cerita saya tentang "alam farmasi"ku tercinta. Silakan beri komentar dan saran untuk saya dan cerita saya. Terimakasih. Salam mortir dan stamper!

21 komentar:

  1. makin bangga dengan kata "FARMASI" ..
    #salam_mortir_dan_stamper !! *ting*ting*

    BalasHapus
  2. Salam HEBAT untuk FARMASI !!! SUKSES !!

    BalasHapus
  3. Infonya sangat bermanfaat
    Saya juga anak farmasi and it's so amazing

    BalasHapus
  4. Infonya sangat bermanfaat
    Saya juga anak farmasi and it's so amazing

    BalasHapus
  5. Farmasi slalu nenginspirasi kami smua ,jaya terus tenaga kefarmasian .AKFAR THERESIANA SMG being clever comunity

    BalasHapus
  6. Farmasi slalu nenginspirasi kami smua ,jaya terus tenaga kefarmasian .AKFAR THERESIANA SMG being clever comunity

    BalasHapus
  7. Terima kasih infonya. Akfar Theresiana memang terbaeklah....

    BalasHapus
  8. Farmasi emang keren, lanjutkan postingannya menyangkut farmasi yes....

    BalasHapus
  9. Farmasi emang keren, lanjutkan postingannya menyangkut farmasi yes....

    BalasHapus

  10. cerita yang menarik. lanjutkan perjuangan di farmasi ya

    BalasHapus
  11. semengat buat anak farmasi, smoga crita ini menginspirasi

    BalasHapus
  12. Tetap semangat di bidang farmasi ! :*

    BalasHapus
  13. farmasis memang keren

    BalasHapus
  14. semoga tidak bosan di dunia farmasi. semangat!

    BalasHapus
  15. ceritanya nyata sekali ya. jangan pernah melupakan masa-masa perjuangan itu ya. semoga sukses untuk kedepannya

    BalasHapus